.NUTRISI HATI to verify.bing.com. NUTRISI HATI

Laman

Lagu Islami

Jumat, 22 Maret 2013

DETIK-DETIK MENINGGALNYA BUNG KARNO

http://sphotos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/582533_10151498434531665_864165636_n.jpg Jakarta, Selasa, 16 Juni 1970. Ruangan intensive care RSPAD Gatot Subroto dipenuhi tentara sejak pagi. Serdadu berseragam dan bersenjata lengkap bersiaga penuh di beberapa titik strategis rumah sakit tersebut. Tak kalah banyaknya, petugas keamanan berpakaian preman juga hilir mudik di koridor rumah sakit hingga pelataran parkir. Sedari pagi, suasana mencekam sudah terasa. Kabar yang berhembus mengatakan, mantan Presiden Soekarno akan dibawa ke rumah sakit ini dari rumah tahanannya di Wisma Yaso yang hanya berjarak lima kilometer. Malam ini desas-desus itu terbukti. Di dalam ruang perawatan yang sangat sederhana untuk ukuran seorang mantan presiden, Soekarno tergolek lemah di pembaringan. Sudah beberapa hari ini kesehatannya sangat mundur. Sepanjang hari, orang yang dulu pernah sangat berkuasa ini terus memejamkan mata. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Penyakit ginjal yang tidak dirawat secara semestinya kian menggerogoti kekuatan tubuhnya. Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa, dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad, sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Tiada lagi wajah gantengnya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar ke mana-mana. Bukan hanya bengkak, tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan. Mulutnya yang dahulu mampu menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau, kini hanya terkatup rapat dan kering. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar. Menahan sakit. Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara, kini tergolek lemas di sisi tubuhnya yang kian kurus. Sang Putera Fajar tinggal menunggu waktu Dua hari kemudian, Megawati, anak sulungnya dari Fatmawati diizinkan tentara untuk mengunjungi ayahnya. Menyaksikan ayahnya yang tergolek lemah dan tidak mampu membuka matanya, kedua mata Mega menitikkan airmata. Bibirnya secara perlahan didekatkan ke telinga manusia yang paling dicintainya ini. “Pak, Pak, ini Ega…” (Senyap) Ayahnya tak bergerak. Kedua matanya juga tidak membuka. Namun kedua bibir Soekarno yang telah pecah-pecah bergerak-gerak kecil, gemetar, seolah ingin mengatakan sesuatu pada puteri sulungnya itu. Soekarno tampak mengetahui kehadiran Megawati. Tapi dia tidak mampu membuka matanya. Tangan kanannya bergetar seolah ingin menuliskan sesuatu untuk puteri sulungnya, tapi tubuhnya terlampau lemah untuk sekadar menulis. Tangannya kembali terkulai. Soekarno terdiam lagi. Melihat kenyataan itu, perasaan Megawati amat terpukul. Air matanya yang sedari tadi ditahan kini menitik jatuh. Kian deras. Perempuan muda itu menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Tak kuat menerima kenyataan, Megawati menjauh dan limbung. Mega segera dipapah keluar. Jarum jam terus bergerak. Di luar kamar, sepasukan tentara terus berjaga lengkap dengan senjata. Malam harinya ketahanan tubuh seorang Soekarno ambrol. Dia koma. Antara hidup dan mati. Tim dokter segera memberikan bantuan seperlunya. Keesokan hari, mantan wakil presiden Muhammad Hatta diizinkan mengunjungi kolega lamanya ini. Hatta yang ditemani sekretarisnya menghampiri pembaringan Soekarno dengan sangat hati-hati. Dengan segenap kekuatan yang berhasil dihimpunnya, Soekarno berhasil membuka matanya. Menahan rasa sakit yang tak terperi, Soekarno berkata lemah. “Hatta.., kau di sini..?” Yang disapa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Namun Hatta tidak mau kawannya ini mengetahui jika dirinya bersedih. Dengan sekuat tenaga memendam kepedihan yang mencabik hati, Hatta berusaha menjawab Soekarno dengan wajar. Sedikit tersenyum menghibur. “Ya, bagaimana keadaanmu, No ?” Hatta menyapanya dengan sebutan yang digunakannya di masa lalu. Tangannya memegang lembut tangan Soekarno. Panasnya menjalari jemarinya. Dia ingin memberikan kekuatan pada orang yang sangat dihormatinya ini. Bibir Soekarno bergetar, tiba-tiba, masih dengan lemah, dia balik bertanya dengan bahasa Belanda. Sesuatu yang biasa mereka berdua lakukan ketika mereka masih bersatu dalam Dwi Tunggal. “Hoe gaat het met jou…?” Bagaimana keadaanmu? Hatta memaksakan diri tersenyum. Tangannya masih memegang lengan Soekarno. Soekarno kemudian terisak bagai anak kecil. Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya, bagai bayi yang kehilangan mainan. Hatta tidak lagi mampu mengendalikan perasaannya. Pertahanannya bobol. Airmatanya juga tumpah. Hatta ikut menangis. Kedua teman lama yang sempat berpisah itu saling berpegangan tangan seolah takut berpisah. Hatta tahu, waktu yang tersedia bagi orang yang sangat dikaguminya ini tidak akan lama lagi. Dan Hatta juga tahu, betapa kejamnya siksaan tanpa pukulan yang dialami sahabatnya ini. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh manusia yang tidak punya nurani. “No…” Hanya itu yang bisa terucap dari bibirnya. Hatta tidak mampu mengucapkan lebih. Bibirnya bergetar menahan kesedihan sekaligus kekecewaannya. Bahunya terguncang-guncang. Jauh di lubuk hatinya, Hatta sangat marah pada penguasa baru yang sampai hati menyiksa bapak bangsa ini. Walau prinsip politik antara dirinya dengan Soekarno tidak bersesuaian, namun hal itu sama sekali tidak merusak persabatannya yang demikian erat dan tulus. Hatta masih memegang lengan Soekarno ketika kawannya ini kembali memejamkan matanya. Jarum jam terus bergerak. Merambati angka demi angka. Sisa waktu bagi Soekarno kian tipis. Sehari setelah pertemuan dengan Hatta, kondisi Soekarno yang sudah buruk, terus merosot. Putera Sang Fajar itu tidak mampu lagi membuka kedua matanya. Suhu badannya terus meninggi. Soekarno kini menggigil. Peluh membasahi bantal dan piyamanya. Malamnya Dewi Soekarno dan puterinya yang masih berusia tiga tahun, Karina, hadir di rumah sakit. Soekarno belum pernah sekali pun melihat anaknya. Minggu pagi, 21 Juni 1970. Dokter Mardjono, salah seorang anggota tim dokter kepresidenan seperti biasa melakukan pemeriksaan rutin. Bersama dua orang paramedis, Dokter Mardjono memeriksa kondisi pasien istimewanya ini. Sebagai seorang dokter yang telah berpengalaman, Mardjono tahu waktunya tidak akan lama lagi. Dengan sangat hati-hati dan penuh hormat, dia memeriksa denyut nadi Soekarno. Dengan sisa kekuatan yang masih ada, Soekarno menggerakkan tangan kanannya, memegang lengan dokternya. Mardjono merasakan panas yang demikian tinggi dari tangan yang amat lemah ini. Tiba-tiba tangan yang panas itu terkulai. Detik itu juga Soekarno menghembuskan nafas terakhirnya. Kedua matanya tidak pernah mampu lagi untuk membuka. Tubuhnya tergolek tak bergerak lagi. Kini untuk selamanya. Situasi di sekitar ruangan sangat sepi. Udara sesaat terasa berhenti mengalir. Suara burung yang biasa berkicau tiada terdengar. Kehampaan sepersekian detik yang begitu mencekam. Sekaligus menyedihkan. Dunia melepas salah seorang pembuat sejarah yang penuh kontroversi. Banyak orang menyayanginya, tapi banyak pula yang membencinya. Namun semua sepakat, Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa. Yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Manusia itu kini telah tiada. Dokter Mardjono segera memanggil seluruh rekannya, sesama tim dokter kepresidenan. Tak lama kemudian mereka mengeluarkan pernyataan resmi: Soekarno telah meninggal. Kini telah tiada lagi manusia yang bisa membuat dunia terdiam dengan perkataannya, tidak ada lagi singa yang sangat ganas. Betapa kejamnya siksaan tanpa pukulan yang dialami Soekarno. Terima kasih wahai Bung Karno karena telah membuat rakyat indonesia dapat terbebas dari penjajahan yang amat pedih. Jasamu tak akan pernah dilupakan. Dan terima kasih Allah karena engkau telah menciptakan manusia terhebat di negara kami. Selamat jalan wahai Singa Mimbar. Sumber: terindikasi.com/2012/03/detik-detik-kematian-soekarno.html#ixzz2MKiuszys Silahkan Klik "SUKA" dan "BAGIKAN", Jika dinilai baik & bermanfaat bagi sahabat semua. Semoga menjadi kebaikan Kita semua, Amin.

Senin, 11 Februari 2013

ADA DUA SISI DALAM SETIAP KEHIDUPAN



Inilah kehidupan yang senantiasa harus kita jalani dan kita hadapi apapun yang terjadi, kenapa? Karena kita hidup dan karena selalu ada dua sisi dalam kehidupan yang kita jalani; Ada suka, pasti ada duka, ada sedih ada bahagia, ada Kaya dan ada Miskin, ada laki-laki juga ada wanita dan seterusnya.
Sahabatku tercinta,,, jangan lupa bahwa, setelah hari ini pasti akan datang hari esok. Artinya apapun yang terjadi pada diri kita hari ini Syukurilah, Sabar dan Ikhlas dalam menjalaninya karena itu semua kehendak Sang Pencipta, Allah, SWT. Kita semua tidak bisa merubah atas kehendaknya, bukankah manusia hanya bisa merencanakan, Ikhtiar dan Berdoa?
Dalam QS.Ghafir: 16, yang artinya " Milik siapakah Kerajaan pada hari ini? Milik Allah Yang Maha Esa lagi Maha Penyang "
Jadi sekali lagi, kita hanya bisa berdoa dan berharap serta meminta pertolongan hanya kepada Allah Yang Maha Memiliki.
Cobaan dan ujian senantiasa akan datang pada setiap sisi kehidupan kita, siapapun dia apapun status sosialnya, tidak akan pernah luput karenanya.
Dalam buku La Tahzan hal.241 disebutkan bahwa, Cobaan itu untuk kebaikan, jangan resah dengan musibah-musibah yang menimpa diri kita dan jangan mengeluh dengan kegetiran-kegetiran yang datang bertubi-tubi. Dalam Hadits disebutkan : " Sesungguhnya Allah jika mencintai suatu kaum, maka dia akan mendatangkan cobaan kepada mereka. Dan barang siapa rela dengan ujian itu, maka dia akan memperoleh kerelaan-nya.".
Salah satu konsekwensi Iman kepada Allah rela terhadap qadar, yang baik maupun yang jelek.
" Dan, sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar " (QS. Al-Baqarah: 155).

Dua sisi kehidupan yang senantiasa ada dalam setiap manusia terkadang belum atau bahkan tidak disadari, itu adalah sebuah konsekwensi yang harus kita terima, tinggal bagaimana kita menyikapinya sehingga akan menjadikan iman kita menjadi lebih kuat atau sebaliknya. Maka kita sebagai makhluk yang paling sempurna tapi sekaligus lemah harus senantiasa memohon kepada Allah Yang Maha Esa agar kita diberikan kekuatan, kesabaran, keikhlasan sekaligus pandai bersyukur dalam menghadapi kehidupan yang kita jalani, agar bisa selamat Dunia maupun Akherat, Amin.

Sabtu, 17 November 2012

JALAN REZEKI ITU ADA DARI MANA-MANA


Para Blogger yang budiman...setelah libur beberapa mingu (libur menulis), rasanya tangan ini gatal ingin segera menjumpai sobat semua, karena ternyata banyak pengunjung blog ini yang sering menanyakan artikel-artikel berikutnya.
Kali ini Admin ingin menyampaikan sebuah artikel yang berkaitan dengan Jalan Rezeki dari Allah, bahwa ternyata jalan rezeki itu ada dari mana-mana, tinggal sobat semua mau apa tidak menangkap sebuah peluang yang sebenarnya juga datang terus-menerus kepada kita. Permasalahannya adalah bukan karena mampu atau tidak mampu, bisa atau tidak bisa, akan tetapi yang sering menjadi kendala kita semua adalah tinggal MAU ATAU TIDAK MAU? Nah sobat semua,,,, kalau kita sudah bilang MAU, maka kesempatan dan kemampuan akan datang mengiringi dan menghampiri sobat semua, tinggal bagaimana kita menjalaninya dengan penuh Kesabaran, ketelatenan, ketekunan dan yang tidak boleh kita lupakan adalah dengan penuh keikhlasan dan penuh rasa syukur kepada sang maha pencipta, Tuhan Penguasa alam semesta ini.
Di dalam Islam, banyak ayat Al-Quran yang menjelaaskan tentang jalan rezeki yang datang dari mana-mana ini, antara lain dijelaskan ;
  • ”…Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hitungan.” (QS. Ali Imran, 3: 37)

    “Jika Allah menolong kamu, maka tak akan ada orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.” (QS. Ali Imran, 3: 160)

    ”Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak…” (QS. an-Nisaa’, 4: 100)

    ”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambahkan (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim, 14: 7)

    ”Katakanlah, ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).’ Dan barang apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.” (QS. Saba, 34: 39)

    “Dan jika Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat”. ( QS. asy-Syuura, 42: 27).

    Dari uraian tersebut diatas, bahwa semuanya tinggal berpulang pada diri manusianya itu sendiri, MAU APA TIDAK? Jangan berpikir tentang Kemampuan atau bisa apa tidak? yang penting selalu berikhtiar.

    Di sini sobat semua akan saya tunjukan beberapa Jalan Rezeki yang tidak membutuhkan MODAL, dan bisa dikerjakan di rumah(kalau ada Komputer dengan Internet) atau di Warnet di mana sobat semua tinggal.
    Caranya sangat mudah, tinggal sobat semua ikuti petunjuknya yang ada di Kotak Banner di bawah ini dan klik satu per satu bannernya dan apabila sobat semua belum jelas, bisa ditanyakan melalui e-mail khadorid@gmail.com atau sms ke 082134866954.
    Klik Banner di bawah ini satu per satu, ikuti petunjuknya web dalm baner tersebut langkah demi langkah dan segera daftarkan data-data sobat semua, mulailah mengumpulkan dollar demi dollar dalam account sobat semua ;
    Selamat mencoba dan Insya Allah berhasil. Sukses selalu!!!

Rabu, 31 Oktober 2012

RENUNGAN UNTUK KITA SEMUA

--> YANG SINGKAT ITU WAKTU...
YANG JAUH ITU TIDAK PASTI,,,
YANG DEKAT ITU, MATI!
YANG BESAR ITU,,NAFSU!
YANG BERAT ITU AMANAH....
YANG SULIT ITU IKHLAS.
YANG MUDAH ITU BERBUAT DOSA YANG ABADI ITU AMAL KEBAJIKAN
YANG DIINVESTASIKAN ITU AMAL PERBUATAN...
YANG DIAUDIT ITU YANG KITA MILIKI,
YANG TERINDAH ITU, SALING MEMAAFKAN DENGAN TULUS DAN SALING BERBAGI... YANG PANAS ITU JIKA RESAH MELIHAT ORANG MAJU DAN BAHAGIA,
YANG SEJUK ITU BERSIH HATI DAN MENYUCIKAN DIRI.

Bahwa Kematian senantiasa mengiringi perjalanan hidup kita, kapan datangnya??? itu Rahasia Allah. Bisa sekarang, esok,lusa....sekehendak Allah. Selagi masih ada kesempatan, mari kita perbaiki diri dan senantiasa berbuat, bertingkah dan berkelakuan baik serta senantiasa mensyukuri hidup ini, apapun yang ada.

Jumat, 19 Oktober 2012

Kepedulian orang tua terhadap Anaknya





Mungkin Judul tulisan ini perlu dipertanyakan, apakah ada orang tua yang tidak peduli terhadap anak-anaknya? Penulis yakin bahwa semua orang tua pasti akan memperdulikan anaknya,kalau ada yang tidak memperdulikan, hanya beberapa saja(mungkin?).
Yang menjadi pertanyaan di sini Perduli dalam hal apa? Materi?, Kasih sayang?, dan juga Lingkungan pergaulannya? Nah pertanyaan inilah yang harus kita renungkan dan menjadi instropeksi kita sebagai orang tua.
Apabila kita para orang tua dapat benar-benar melaksanakan perannya dalam mendidik anak-anak kita, khususnya dalam hal Agamanya, maka Insya Allah perkembangan jiwa anak-anak kita akan menjadi baik. Banyak Ayat-ayat Al'quran yang membahas antara orang tua dan anaknya, seperti;


Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. (Q.S Al Baqarah, 2:132)
“Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (Q.S Al Baqarah, 2:133)
“Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” (Q.S Huud, 11:42) “Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!” Nuh berkata: “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang.” Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan”. (Q.S Huud, 11:43)

Dari beberapa ayat tersebut diatas, semua pertanyaan-pertanyaan yang terlontar, terjawablah, bahwa orang tua sangat berperan dalam mendidik anak dalam hal agama.
Karena apabila kita sebagai orang tua tidak mengajarkan wal khusus Agamanya ( selain pendidikan yang lain tentunya) pada anak-anak kita,maka jangan salahkan anak apabila anak kita tumbuh dan berkembang tanpa arah yang jelas yang pada gilirannya menjadi remaja yang semau gue dan pada akhirnya menjadi manusia yang tidak berguna, Naudzubillah!!!

Senin, 15 Oktober 2012

Peduli terhadap Perkembangan Remaja

Akhir-akhir ini di messmedia baik Televisi maupun Koran senatiasa memberitakan tawuran demi tawuran yang semakin memprihatinkan karena sering menimbulkan korban pada kedua belah pihak, baik itu korban cidera maupun meninggal. Hal ini benar-benar sangat memprihatinkan, karena dampaknya sangat merugikan berbagai pihak, terutama Remajanya itu sendiri. Untuk itu, perlu mendapatkan perhatian yang lebih dari semua pihak, baik itu Pemerintah, Instansi terkait, Organisasi Kepemudaan dan para orang tua tentunya, karena kalau hal ini tidak segera tertangani secara intens dan khusus, maka dikhawatirkan terus akan muncul tawuran-tawuran berikutnya. Saya jadi ingat masa sekolah 30 tahun yang lalu, ada mata pelajaran Pendidikan Kesejahteraan Keluarga atau PKK dimana dalam mata pelajaran tersebut anatara lain membahas tentang siapa Pendidik yang Utama dalam sebuah keluarga,yakni Orang Tua dan baru disebutkan Pendidik yang pertama adalah Sekolah, dan seterusnya. Betapa indahnya makna yang ada dalam pelajaran tersebut, karena terurai bagaimana kita seharusnya sesama teman untuk saling membantu dan saling membantu satu sama lainnya. dari hal tersebut di atas bisa disimpulkan bahwa betapa pentingnya peranan orang tua, sekolah serta lingkungan di mana anak-anak kita berada, karena baik secara langsung dan tak langsung akan sangat berpengaruh pada perkembangan mental anak-anak kita khususnya remaja . Bagaimana perilaku atau tabiat anak-anak kita akan sangat berpengaruh pada Pendidikan Utama( orang tua), pertama(sekolah) dan Lingkungan. Kita sebagai orang tua harus senantiasa memperhatikan terhadap perkembangan anak-anak kita, bisa kita lihat dan baca serta dipahami dalam surat Al-Qur'an; Wahai anakku, Laksanakan salat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari hal yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya hal yang demikian itu adalah perkara yang penting.(Q.S. Lukman ayat 17) Dari ayat tersebut bisa untuk dijadikan renungan kita para orang tua, bahwa kita harus membekali anak-anak kita dengan dasar agama yang kuat, sehingga keimanan dan ketaqwaan anak kita dapat terjaga secara konsisten, sehingga tidak akan terpengaruh pada hal-hal yang negative ketika anak kita berada pada lingkungan apapun Akhirnya, marilah kita semua baik itu Pemerintah, sekolah, dan yang lebih penting orang tua Peduli terhadap Perkembangan Remaja, dalam bentuk apapun yang positive dan konstruktive sehingga pada gilirannya para remaja kita benar-benar menjadi remaja yang santun, kreative dan setiap kegiatannya akan bermanfaat untuk dirinya, orang tuanya dan lingkungannya, Amin.