.NUTRISI HATI to verify.bing.com. NUTRISI HATI

Laman

Lagu Islami

Jumat, 19 Oktober 2012

Kepedulian orang tua terhadap Anaknya





Mungkin Judul tulisan ini perlu dipertanyakan, apakah ada orang tua yang tidak peduli terhadap anak-anaknya? Penulis yakin bahwa semua orang tua pasti akan memperdulikan anaknya,kalau ada yang tidak memperdulikan, hanya beberapa saja(mungkin?).
Yang menjadi pertanyaan di sini Perduli dalam hal apa? Materi?, Kasih sayang?, dan juga Lingkungan pergaulannya? Nah pertanyaan inilah yang harus kita renungkan dan menjadi instropeksi kita sebagai orang tua.
Apabila kita para orang tua dapat benar-benar melaksanakan perannya dalam mendidik anak-anak kita, khususnya dalam hal Agamanya, maka Insya Allah perkembangan jiwa anak-anak kita akan menjadi baik. Banyak Ayat-ayat Al'quran yang membahas antara orang tua dan anaknya, seperti;


Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. (Q.S Al Baqarah, 2:132)
“Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (Q.S Al Baqarah, 2:133)
“Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” (Q.S Huud, 11:42) “Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!” Nuh berkata: “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang.” Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan”. (Q.S Huud, 11:43)

Dari beberapa ayat tersebut diatas, semua pertanyaan-pertanyaan yang terlontar, terjawablah, bahwa orang tua sangat berperan dalam mendidik anak dalam hal agama.
Karena apabila kita sebagai orang tua tidak mengajarkan wal khusus Agamanya ( selain pendidikan yang lain tentunya) pada anak-anak kita,maka jangan salahkan anak apabila anak kita tumbuh dan berkembang tanpa arah yang jelas yang pada gilirannya menjadi remaja yang semau gue dan pada akhirnya menjadi manusia yang tidak berguna, Naudzubillah!!!

Senin, 15 Oktober 2012

Peduli terhadap Perkembangan Remaja

Akhir-akhir ini di messmedia baik Televisi maupun Koran senatiasa memberitakan tawuran demi tawuran yang semakin memprihatinkan karena sering menimbulkan korban pada kedua belah pihak, baik itu korban cidera maupun meninggal. Hal ini benar-benar sangat memprihatinkan, karena dampaknya sangat merugikan berbagai pihak, terutama Remajanya itu sendiri. Untuk itu, perlu mendapatkan perhatian yang lebih dari semua pihak, baik itu Pemerintah, Instansi terkait, Organisasi Kepemudaan dan para orang tua tentunya, karena kalau hal ini tidak segera tertangani secara intens dan khusus, maka dikhawatirkan terus akan muncul tawuran-tawuran berikutnya. Saya jadi ingat masa sekolah 30 tahun yang lalu, ada mata pelajaran Pendidikan Kesejahteraan Keluarga atau PKK dimana dalam mata pelajaran tersebut anatara lain membahas tentang siapa Pendidik yang Utama dalam sebuah keluarga,yakni Orang Tua dan baru disebutkan Pendidik yang pertama adalah Sekolah, dan seterusnya. Betapa indahnya makna yang ada dalam pelajaran tersebut, karena terurai bagaimana kita seharusnya sesama teman untuk saling membantu dan saling membantu satu sama lainnya. dari hal tersebut di atas bisa disimpulkan bahwa betapa pentingnya peranan orang tua, sekolah serta lingkungan di mana anak-anak kita berada, karena baik secara langsung dan tak langsung akan sangat berpengaruh pada perkembangan mental anak-anak kita khususnya remaja . Bagaimana perilaku atau tabiat anak-anak kita akan sangat berpengaruh pada Pendidikan Utama( orang tua), pertama(sekolah) dan Lingkungan. Kita sebagai orang tua harus senantiasa memperhatikan terhadap perkembangan anak-anak kita, bisa kita lihat dan baca serta dipahami dalam surat Al-Qur'an; Wahai anakku, Laksanakan salat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari hal yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya hal yang demikian itu adalah perkara yang penting.(Q.S. Lukman ayat 17) Dari ayat tersebut bisa untuk dijadikan renungan kita para orang tua, bahwa kita harus membekali anak-anak kita dengan dasar agama yang kuat, sehingga keimanan dan ketaqwaan anak kita dapat terjaga secara konsisten, sehingga tidak akan terpengaruh pada hal-hal yang negative ketika anak kita berada pada lingkungan apapun Akhirnya, marilah kita semua baik itu Pemerintah, sekolah, dan yang lebih penting orang tua Peduli terhadap Perkembangan Remaja, dalam bentuk apapun yang positive dan konstruktive sehingga pada gilirannya para remaja kita benar-benar menjadi remaja yang santun, kreative dan setiap kegiatannya akan bermanfaat untuk dirinya, orang tuanya dan lingkungannya, Amin.

Kamis, 13 September 2012

Ingat Mati, Berapa Dosis Minimal? Jangan Kaget!

Ingat Mati, Berapa Dosis Minimal? Jangan Kaget!

Renungan Islam » Ingat Mati

Dosis Ingat Mati

tablet ingat mati
Tablet Dzikrul Maut
“Kapan terakhir anda ingat mati?”
“Oya, kapan yah…?” Jawab seorang wakil rakyat, yang kebetulan hadir.
“Hm… sebulan yang lalu, Pak! Tetangga saya meninggal.” Kata pensiunan.
“Baru minggu kemarin Pak, diajak ziarah kubur ama pak ustadz”, Kata yang lain.
“Kalau saya baru kemarin, lihat orang meninggal di jalan”. Jawab sopir angkot.
Kalau anda sendiri (pembaca), kapan terakhir ingat mati?
Sahabat, ingat mati itu bukan hanya saat tetangga anda meninggal. Juga bukan hanya saat ziarah kubur, atau melewati pekuburan. Juga bukan hanya saat anda melihat sebuah kecelakaan. Kalau kita ingat mati hanya pada event-event tersebut, dosisnya masih amat-sangat kurang.
Terus, berapa dosis ingat mati yang disarankan?
Yang jelas bukan tiap bulan, atau tiap minggu, atau tiap 3 hari! Bahkan bukan tiap hari… Dosis yang tepat MINIMAL 33 KALI sehari!
Lho, kok banyak amat?! Anda kaget?
Kalau anda terkejut dengan dosis tersebut, mungkin anda belum memahami dan menyadari makna di balik rutinitas hidup. Hari ini saatnya kita mulai menyadari dan memahaminya, insya_allah lebih bermanfaat.

Ingat Mati 33 Kali Sehari!

Dari mana dapat angka 33? Begini penjelasannya…
2 Menjelang dan Setelah Tidur + 4 Saat Berkendara + 27 Saat Shalat. Pas 33!
2 Tablet “Ingat Mati” Menjelang dan Setelah Tidur
ingat mati atau dzikrul maut renungan islam
Doa menjelang tidur
Menjelang tidur, kita membaca doa:
“Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan mati” Doa ini kalau kita panjatkan dan hayati dengan baik, maka ini merupakan sebuah dzikrul maut, atau ingat mati. Jika menjelang tidur anda baca doa ini, tapi tidak disertai dengan ingat mati, maka efek doa ini kurang bisa memperbaiki hidup anda. Mulailah malam ini “ingat mati” saat membaca doa itu.
Lalu setelah bangun tidur, kita membaca doa:
dzikrul maut renungan islam
Doa bangun tidur
“Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku setelah mematikan aku dan kepadaNya kami kembali.” Doa ini juga merupakan dzikrul maut, atau ingat mati. Sudahkah kita sadari makna ritual tidur kita dengan “ingat mati”? Kalau belum, saatnya dimulai…
4 Tablet “Ingat Mati” Saat Berkendara
dzikrul maut renungan islami doa naik kendaraan
Doa naik kendaraan
“Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami tidak kuasa mengendalikannya, dan kepada Allah kami akan kembali.” Doa harian ini juga lagi-lagi mengandung muatan dzikrul maut, atau ingat mati! Iya, kan?
Berapa kali sehari anda menaiki kendaraan? Sejumlah itulah anda harus MERASA minum “tablet ingat mati”. Kita naik kendaraan rutin saat berangkat kerja, pulang kerja dan untuk keperluan lainnya. Saya ambil rata-rata 4 kali naik kendaraan dalam sehari.
27 Tablet “Ingat Mati” Saat Shalat
Ingat mati waktu shalat, adalah perintah Allah dalam Al Baqarah 45:
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu. Yaitu orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”
Ada 3 bacaan shalat yang mengantar kita pada dzikrul maut:
1. Ingat mati saat membaca doa iftitah
“Inna shalatii wanusukii wamahyaaya wa mamaati lillahi rabbil alamin” Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya bagi Allah tuhan semesta alam”
2. Ingat mati saat membaca Al Fatihah
“Maaliki yaumiddiin” Yang menguasai hari pembalasan.
3. Ingat mati saat membaca doa sebelum salam
doa sebelum salam, dzikrul maut renungan islam“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari fitnah kejahatan Dajjal.”
Dalam shalat Isya ada 6 kali dzikrul maut, dalam shalat Subuh 4 kali, shalat Dhuhur 6 kali, shalat Ashar 6 kali dan dalam shalat Maghrib 5 kali. Totalnya ada 27 kali dzikrul maut (ingat mati) saat kita menjalankan shalat fardhu.
Jadi, DOSIS MINIMAL ingat mati dalam sehari semalam adalah 33 kali! Apakah sudah kita sadari ini?

Senin, 27 Agustus 2012

Seandainya Dapat Kembali ke Dunia lagi

wirawan ✆ wirawan.smg@gmail.com 12:08 (19 jam yang lalu) ke myquran
 NB : Mohon maaf lahir dan batin ya.... :)
Oleh: Dhamdham
Hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata:
“Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia)…”(QS. Al Mukminun: 71)
 Manusia yakin mati adalah keniscayaan-Nya, namun tidak sedikit yang ketika ajal menjemput, baru menyadari hakekat kehidupan dunia. Saat itulah dia menyesali perbuatan yang pernah dilakukan di dunia. Namun semua sia – sia, tidak ada lagi amal shalih baginya yang dapat dikerjakan, yang ada hanyalah perhitungan amal. Maka kabar gembira bagi orang – orang shalih,
“Dan itulah jannah yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal – amal dahulu kamu kerjakan.” (QS. Az Zukhuf: 72)
Dan kabar buruk bagi si thalih (antonym shalih),
“Sesungguhnya orang – orang yang berdosa kekal di dalam azab Jahanam.” (QS. Az Zukhuf: 74) Angan – angan orang shalih Mereka adalah orang – orang yang selamat dari siksa neraka yang kekal. Dan mereka bertingkat – tingkat sesuai dengan derajat yang mereka peroleh. Orang – orang shalih memiliki harapan dan angan diantaranya:
1.Setelah meninggal dunia, ia ingin segera diantar ke kubur. Dari Abu Said al Khudri, Rasulullah saw bersabda, “Apabila jenazah telah siap, kemudian dipikul oleh kaum laki – laki di atas punggungnya, apabila dia jasad yang shalih, akan berkata, “Dahulukanlah aku, dahulukanlah aku”. Apabila tidak shalih, dia, “Celaka, ke mana mereka hendak pergi? Suara itu didengar oleh siapapun kecuali manusia, dan seandainya saja mereka dapat melihat, pasti akan goncang.” (HR. al Bukhari dan an Nasa’i)
 2. Dia berharap tidak kembali ke dunia dan berharap kiamat segera tiba, sebab mereka melihat derajatnya yang begitu mulia di jannah. Dia ingin segera masuk ke dalam kenikmatan yang kekal. Rasulullah saw telah menceritakan kepada kita saat seorang mukmin ditanya oleh dua malaikat di dalam kubur,”…Tiba – tiba terdengar suara yang memanggil dari langit, hamba-Ku benar, maka persilahkan dia menempati tempat tidurnya di Jannah, pakaikanlah pakaian Jannah, bukakanlah baginya pintu menuju Jannah. Kemudian arwahnya datang beserta bau harum, kuburnya diluaskan sejauh mata memandang, lalu datang seorang laki – laki berwajah tampan, berpakaian bagus dan harum, dia berkata: saya datang memberi kabar gembira untukmu, ini adalah harimu yang telah dijanjikan. Dia berkata: “Siapakah kamu?” Laki – laki itu berkata: “Saya adalah amal shalihmu.” Dia berkata: “Ya Rabbku bangkitkanlah hari Kiamat, ya Rabbku bangkitkanlah hari Kiamat, sehingga saya dapat kembali menemui keluarga dan hartaku…(HR. Abu Dawud, al Hakim, Ibnu Khuzaimah) Sedangkan orang kafir atau munafiq, akan berdoa: “Wahai Rabbku, janganlah Engkau bangkitkan hari Kiamat.” Sebab dia tahu apa yang akan terjadi setelah alam kubur itu lebih dahsyat dari apa yang tengah dialaminya.
3. Orang shalih punya keinginan untuk menemui keluarganya agar bisa memberi kabar gembia bahwa dia selamat dari neraka. Apabila seorang mukmin mati dan melihat apa yang dijanjikan kepadanya serta selamat dari api neraka, dia berkata “Biarkanlah aku (kembali), agar saya memberi kabar gembira kepada keluargaku.” Maka dikatakan kepadanya: “Tetaplah tinggal.” (HR. Ahmad dari Jabir bin Abdillah) Dan Allah berfirman, “Dikatakan (kepadanya): “Masuklah ke jannah”. Ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui, apa yang menyebabkan Rabbku memberikan ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang – orang yang dimuliakan”. (QS. Yasin: 26-27)
4. Angan – angan orang mati syahid Meskipun kedudukan tinggi telah mereka capai. Namun masih ada keinginan, seandainya dapat kembali ke dunia untuk berjihad memerangi musuh – musuh Allah. Dia ingin berperang dan ingin terbunuh hingga sepuluh kali, sebab dia melihat karomah yang sangat besar. Dari Anas bin Malik, Rasulullah saw bersabda, “Tiada seorangpun yang masuk jannah kemudian ingin kembali lagi ke dunia , tidak ada satu permintaanpun di bumi kecuali mati syahid, dia ingin kembali ke dunia kemudian terbunuh hingga sepuluh kali Karena dia melihat banyak karomah.” (HR. Ahmad, al Bukhari, Muslim, at Tirmidzi, an Nasai dan Ibnu Hibban) Angan – Angan Orang Thalih (antonym shalih) Sesungguhnya orang – orang yang malas untuk memberikan hak – hak Allah adalah orang lalai. Dia selalu mengundur – undur taubat dan mengatakan, “Pasti nanti saya akan bertaubat.” Dia yakin umurnya masih panjang dan tidak sadar kematian bisa datang tiba – tiba. Saat itulah dia tidak dapat mengelak dan lari darinya. Selanjutnya tinggalah ia sendiri di dalam kubur yang gelap gulita. Saat itulah dia berangan – angan sesuatu yang tidak mungkin lagi dicapai. Diantara keinginan orang – orang thalih adalah:
1. Ingin diberi kesempatan shalat di dunia, meskipun hanya dua rakaat. Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw melewati sebuah kuburan, beliau bertanya: “Milik siapakah kuburan ini?” Para sahabat menjawab: “Fulan” Beliau bersabda, “Dua rakaat lebih dicintai oleh pemilik kubur ini daripada sisa hidup kalian.” (HR. ath Thabrani) Keinginan yang besar mereka adalah diberi kesempatan untuk shalat dua rakaat agar dapat menambah kebaikannya. Sebab Rasulullah saw pernah bersabda, “Shalat adalah sebaik – baik materi, barang siapa yang mampu memperbanyak shalatnya, maka perbanyaklah.” (HR. ath Thabrani)
2. Ingin bersedekah Allah telah mengingatkan kepada hamba – Nya yang memiliki harta untuk menyisihkan sebagian dari rizki yang telah diberikan kepada kaum miskin, agar kelak ketika telah datang kematian dia tidak menyesal. “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang – orang yang shalih. “ (QS. Al Munafiqun: 10-11) Mengapa dia berkata demikian? Sebab dia baru sadar bahwa shadaqah akan memadamkan murka Allah. Umar bin Khathtab berkata: “Telah diceritakan kepadaku bahwa seluruh amal saling membanggakan dirinya, lalu shadaqah berkata: “Sayalah amal yang paling utama di antara kalian.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan al Hakim)
3. Ingin beramal shalih Ketiga, dia berharap kembali kedunia untuk menjadi orang shalih meskipun hanya sesaat. Dia ingin memperbaiki amalnya dan menjadi orang yang taat kepada Allah. Allah berfirman di dalam surat al Mukminun: 99 – 100. Mereka adalah orang – orang yang lalai dari mensyukuri nikmat Allah dan tertipu oleh nikmat yang dianugrahkan kepadanya. Oleh karena itu bagi kita yang masih diberi kesempatan, hendaklah mulai berfikir dan membayangkan bagaimana jika kita telah berada di kubur? Sudahkah kita yakin dengan bekal amal kita selama ini? Wallahulmusta’an.
Jombang, 3 Agustus 2007
Selengkapnya di: ar-risalah no 75

Rabu, 25 Juli 2012

Berperang melawan Hawa Nafsu


Membaca dan mendengar kata Berperang atau perang adalah sesuatu yang ganas dan mengerikan, karena kita berhadap-hadapan baik secara dekat maupun jauh dan kata perang identik dengan Senjata, maut dan tentunya hal-hal yang mengerikan, tetapi ada masa berhentinya bahkan berhenti sama sekali, karena adanya suatu perdamaian atau kompromi tertentu sehingga berakhirlah peperangan tersebut.
Berperang melawan hawa nafsu tidak pernah dan sama sekali tidak ada jedanya dan juga tiada akhirnya sampai manusia yang berperang melawan hawa nafsu tersebut MATI, artinya bahwa peperangan melawan hawa nafsu setiap saat muncul dan tidak tahu dari mana datangnya musuh, karena tidak berwujud dan tidak terlihat, sehingga amat berat dan lebih berat dibandingkan berperang secara fisik.
Dari Wikipedia bahasa Indonesia Insklopedia bebas
Hawa nafsu adalah sebuah kekuatan emosional yang langsung berkaitan dengan pemikiran atau fantasi tentang hasrat seseorang, biasanya berkenaan dengan seks.

Dalam agama Islam

"Hawa nafsu" terdiri dari dua kata: hawa (الهوى) dan nafsu (النفس).

Dalam bahasa Melayu, 'nafsu' bermakna keinginan, kecenderungan atau dorongan hati yang kuat. Jika ditambah dengan kata hawa (=hawa nafsu), biasanya dikaitkan dengan dorongan hati yang kuat untuk melakukan perkara yang tidak baik. Adakalanya bermakna selera, jika dihubungkan dengan makanan. Nafsu syahwat pula berarti keberahian atau keinginan bersetubuh.[2]
Ketiga perkataan ini (hawa, nafsu dan syahwat) berasal dari bahasa Arab:
  • Hawa (الهوى): sangat cinta; kehendak
  • Nafsu (النفس): roh; nyawa; jiwa; tubuh; diri seseorang; kehendak; niat; selera; usaha
  • Syahwat (الشهوة): keinginan untuk mendapatkan yang lazat; berahi.[3]"
Ada sekolompok orang menganggap hawa nafsu sebagai "syaitan yang bersemayam di dalam diri manusia," yang bertugas untuk mengusung manusia kepada kefasikan atau pengingkaran. Mengikuti hawa nafsu akan membawa manusia kepada kerusakan. Akibat pemuasan nafsu jauh lebih mahal ketimbang kenikmatan yang didapat darinya. Hawa nafsu yang tidak dapat dikendalikan juga dapat merusak potensi diri seseorang.
Sebenarnya setiap orang diciptakan dengan potensi diri yang luar biasa, tetapi hawa nafsu dapat menghambat potensi itu muncul kepermukaan. Potensi yang dimaksud di sini adalah potensi untuk menciptakan keadilan, ketenteraman, keamanan, kesejahteraan, persatuan dan hal-hal baik lainnya. Namun karena hambatan nafsu yang ada pada diri seseorang potensi-potensi tadi tidak dapat muncul kepermukan (dalam realita kehidupan). Maka dari itu mensucikan diri atau mengendalikan hawa nafsu adalah keharusan bagi siapa saja yang menghendaki keseimbangan, kebahagian dalam hidupnya karena hanya dengan berjalan di jalur-jalur yang benar sajalah menusia dapat mencapai hal tersebut.
Jadi, berperang melawan hawa nafsu dapat dikatakan JIHAD dalam arti yang sesungguhnya, seperti dalam sebuah acara seorang penyanyi yang merangkap sebagi dai, sebelum menyanyi terlebih dahulu dia memberikan muqoddimah (pembukaan): "Saudara-saudara, melawan hawa nafsu adalah jihad yang utama. Suatu saat, ketika nabi pulang beserta para sahabatnya dari sebuah peperangan, beliau bersabda kepada para sahabat: ' Sesungguhnya kalian pulang dari jihad kecil menuju jihad besar. Para sahabat bertanya : Ya Rosulullah, apakah jihad yang besar itu?' Beliau menjawab : jihad nafs (jihad melawan hawa nafsu)" Setelah itu dia membawakan lagunya.
Ibnu Qayyim dalam soal keutamaan melawan hawa nafsu berkomentar: “Sesungguhnya melawan hawa nafsu bagi seorang hamba melahirkan suatu kekuatan di badan hati dan lisannya.” Sebagian salaf berkata “Orang yang bisa mengalahkan nafsunya lebih kuat daripada orang yang menaklukkan sebuah kota degan seorang diri.
” Dalam hadits shahih disebutkan “Tidaklah orang yang kuat itu yang menang dalam bergulat tetapi orang yang kuat adalah orang yang dapat menguasai hawa nafsunya ketika ia marah.”.

Dapat disimpulkan dari semua urain diatas bahwa berperang melawan hawa nafsu adalah peperangan yang  benar-benar Jihad fi sabilillah yang tiada akhirnya sampai akhir hayat sehingga berperang melawan hawa nafsu adalah Peperangan Akbar. Allahhuakbaar!