.NUTRISI HATI to verify.bing.com. NUTRISI HATI

Laman

Lagu Islami

Rabu, 25 Juli 2012

Berperang melawan Hawa Nafsu


Membaca dan mendengar kata Berperang atau perang adalah sesuatu yang ganas dan mengerikan, karena kita berhadap-hadapan baik secara dekat maupun jauh dan kata perang identik dengan Senjata, maut dan tentunya hal-hal yang mengerikan, tetapi ada masa berhentinya bahkan berhenti sama sekali, karena adanya suatu perdamaian atau kompromi tertentu sehingga berakhirlah peperangan tersebut.
Berperang melawan hawa nafsu tidak pernah dan sama sekali tidak ada jedanya dan juga tiada akhirnya sampai manusia yang berperang melawan hawa nafsu tersebut MATI, artinya bahwa peperangan melawan hawa nafsu setiap saat muncul dan tidak tahu dari mana datangnya musuh, karena tidak berwujud dan tidak terlihat, sehingga amat berat dan lebih berat dibandingkan berperang secara fisik.
Dari Wikipedia bahasa Indonesia Insklopedia bebas
Hawa nafsu adalah sebuah kekuatan emosional yang langsung berkaitan dengan pemikiran atau fantasi tentang hasrat seseorang, biasanya berkenaan dengan seks.

Dalam agama Islam

"Hawa nafsu" terdiri dari dua kata: hawa (الهوى) dan nafsu (النفس).

Dalam bahasa Melayu, 'nafsu' bermakna keinginan, kecenderungan atau dorongan hati yang kuat. Jika ditambah dengan kata hawa (=hawa nafsu), biasanya dikaitkan dengan dorongan hati yang kuat untuk melakukan perkara yang tidak baik. Adakalanya bermakna selera, jika dihubungkan dengan makanan. Nafsu syahwat pula berarti keberahian atau keinginan bersetubuh.[2]
Ketiga perkataan ini (hawa, nafsu dan syahwat) berasal dari bahasa Arab:
  • Hawa (الهوى): sangat cinta; kehendak
  • Nafsu (النفس): roh; nyawa; jiwa; tubuh; diri seseorang; kehendak; niat; selera; usaha
  • Syahwat (الشهوة): keinginan untuk mendapatkan yang lazat; berahi.[3]"
Ada sekolompok orang menganggap hawa nafsu sebagai "syaitan yang bersemayam di dalam diri manusia," yang bertugas untuk mengusung manusia kepada kefasikan atau pengingkaran. Mengikuti hawa nafsu akan membawa manusia kepada kerusakan. Akibat pemuasan nafsu jauh lebih mahal ketimbang kenikmatan yang didapat darinya. Hawa nafsu yang tidak dapat dikendalikan juga dapat merusak potensi diri seseorang.
Sebenarnya setiap orang diciptakan dengan potensi diri yang luar biasa, tetapi hawa nafsu dapat menghambat potensi itu muncul kepermukaan. Potensi yang dimaksud di sini adalah potensi untuk menciptakan keadilan, ketenteraman, keamanan, kesejahteraan, persatuan dan hal-hal baik lainnya. Namun karena hambatan nafsu yang ada pada diri seseorang potensi-potensi tadi tidak dapat muncul kepermukan (dalam realita kehidupan). Maka dari itu mensucikan diri atau mengendalikan hawa nafsu adalah keharusan bagi siapa saja yang menghendaki keseimbangan, kebahagian dalam hidupnya karena hanya dengan berjalan di jalur-jalur yang benar sajalah menusia dapat mencapai hal tersebut.
Jadi, berperang melawan hawa nafsu dapat dikatakan JIHAD dalam arti yang sesungguhnya, seperti dalam sebuah acara seorang penyanyi yang merangkap sebagi dai, sebelum menyanyi terlebih dahulu dia memberikan muqoddimah (pembukaan): "Saudara-saudara, melawan hawa nafsu adalah jihad yang utama. Suatu saat, ketika nabi pulang beserta para sahabatnya dari sebuah peperangan, beliau bersabda kepada para sahabat: ' Sesungguhnya kalian pulang dari jihad kecil menuju jihad besar. Para sahabat bertanya : Ya Rosulullah, apakah jihad yang besar itu?' Beliau menjawab : jihad nafs (jihad melawan hawa nafsu)" Setelah itu dia membawakan lagunya.
Ibnu Qayyim dalam soal keutamaan melawan hawa nafsu berkomentar: “Sesungguhnya melawan hawa nafsu bagi seorang hamba melahirkan suatu kekuatan di badan hati dan lisannya.” Sebagian salaf berkata “Orang yang bisa mengalahkan nafsunya lebih kuat daripada orang yang menaklukkan sebuah kota degan seorang diri.
” Dalam hadits shahih disebutkan “Tidaklah orang yang kuat itu yang menang dalam bergulat tetapi orang yang kuat adalah orang yang dapat menguasai hawa nafsunya ketika ia marah.”.

Dapat disimpulkan dari semua urain diatas bahwa berperang melawan hawa nafsu adalah peperangan yang  benar-benar Jihad fi sabilillah yang tiada akhirnya sampai akhir hayat sehingga berperang melawan hawa nafsu adalah Peperangan Akbar. Allahhuakbaar!


Senin, 25 Juni 2012

MENGISI WAKTU LIBURAN

Liburan sekolah telah tiba. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengisi liburan sekolah anak-anak kita yang umum dilakukan para orang tua seperti misalnya: Mengunjungi tempat Wisata, Ke rumah Kakek-Neneknya atau berkunjung ke sanak saudaranya yang berada di luar Kota.Tapi tidak sedikit juga orang tua yang mengisi liburan anak-anaknya dengan mengikutkan kegiatan Pesantren kilat  dan atau kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan Kreatifitas.
Ini semua bergantung pada alasan dan tujuan masing-masing, sehingga liburan sekolah yang panjang bisa terisi dengan hal-hal yang positip.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengisi liburan sekolah, antara lain dengan menyesuaikan masa liburan dengan rencana kegiatan yang akan diikuti oleh putra-putri kita agar terhindar dari rasa jenuh, kecapaian anak tersebut dan memberikan tenggang waktu  yang cukup untuk istirahat menjelang memasuki masa sekolah kembali, sehingga anak  kita benar-benar fress ketika kembali bersekolah dan memiliki kesan yang sangat mendalam(Positip) dengan liburannya.
Seyogyanya jangan membiarkan anak-anak kita mengisi masa liburannya dengan hanya
bermain yang tak menentu arah dan tujuannya, karena kalau hal ini kita lakukan maka bisa menimbulkan hal-hal yang negatif baik pada masa kini terlebih pada masa yang akan datang, karena dari efek phiskologi anak tersebut. Lebih parahnya lagi akal dan pikirannya selalu melayang-layang tak tahu arah, karena tidak adanya kegiatan yang positip.
Seperti disebutkan dalam QS.At-Taubah: 87:" MEREKA RELA BERADA BERSAMA ORANG-ORANG YANG TIDAK PERGI BERPERANG"

Selasa, 19 Juni 2012

Ikhlas

Ikhlas,sebuah kata yang mudah untuk diucapkan dan sering kita dengar bahkan juga sering kita ucapkan.
Pertanyaannya adalah: Apakah Ikhlas yang kita ucapkan benar-benar dari qolbu atau dari hati kita yang tulus?
Memaknai kata Ikhlas yang sering kita ucapkan adalah tanpa tendensi atau harapan apapun dari apa yang telah kita berikan, hanya benar-benar karena Tuhan yang Maha memiliki, bukan karena berharap pada suatu imbalan dari seseorang yang sudah kita berikan.
Ikhlas menerima Kondisi apapun yang ada pada diri kita, Ikhlas memberikan sesuatu kepada seseorang tanpa berharap sesuatu juga dan Ikhlas menerima Takdir dari Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta yang diberikan pada diri kita.
Memang terkadang dalam kehidupan yang kita jalani tidak sesuai dengan apa yang menjadi Keinginan atau Harapan kita, bahkan mungkin sangat buruk dan sering kita tidak bisa menerimanya.
Dalam kejadian diatas, maka keikhlasan kita dalam menerima kehidupan tersebut telah diuji Oleh Tuhan.
Kalau kita bisa menerimanya dengan penuh keikhlasan, maka KEBAHAGIAAN HAKIKI akan kita dapatkan. Apabila kita menginginkan kebahgiaan dalam hidup, maka terimalah apa yang sudah diberikan oleh Tuhan pada diri kita dengan penuh rasa Syukur, baik itu sedih, Bahagia dan apapun yang ada pada diri kita, keluarga kita, terimalah dengan Ikhlas dan penuh rasa Syukur, seperti yang tertuang dalam QS.Al-A'raf:144 yang artinya : "SEBAB ITU, BERPEGANG TEGUHLAH KEPADA APA YANG AKU BERIKAN KEPADAMU DAN HENDAKLAH KAMU TERMASUK ORANG-ORANG YANG BERSYUKUR"

Selasa, 12 Juni 2012

7 KALIMAT YANG MEMBUAT SESEOARANG MULIA DI SISI ALLAH

Sering kita mengucap kalimat- kalimat yang tak bermakna, bahkan tidak ada manfaatnya.Dan lebih parahnya lagi kalimat yang kita ucap justru mengandung fitnah,Naudzubillah. "Kata Abdul Laitsy(ahli fikih):BARANG SIAPA MENJAGA TUJUH KALIMAT,MAKA DIA ADALAH ORANG YANG MULIA DI SISI ALLAH DAN DI KALANGAN MALAIKAT, BAHKAN ALLAH TA'AALAA MENGAMPUNI SEMUA DOSANYA MESKIPUN DOSA ITU SEBANYAK BUIH DI LAUT,DAN DIA AKAN MENDAPATKAN KEHARUMAN TAATNYA DAN ADALAH HIDUP DAN MATINYA MENJADI BAIK. KE 7 KALIMAT ITU ADALAH:
 1.HENDAKLAH DALAM MEMULAI SETIAP AKTIFITAS/PEKERJAANNYA, MEMULAI DENGAN: BISMILLAH="DENGAN MENYEBUT ASMA ALLAH"
2.HENDAKLAH SETIAP SELESAI DARI SUATU PEKERJAN/AKTIFITASNYA, MENGUCAP: ALHAMDULILLAH="SEGALA PUJI BAGI ALLAH"
3.APABILA ADA KATA-KATA DARI LISANNYA YANG TIDAK BERARTI, SEGERALAH MENGUCAP:   ASTAGHFIRULLAAH="SAYA MOHON AMPUN KEPADA ALLAH"
 4.APABILA HENDAK MELAKUKAN/MENGERJAKAN SESUATU TAPI YANG AKAN DATANG,HENDAKLAH MENGUCAP: ISYAA-ALLAAH="APABILA ALLAH MENGHENDAKI" 5.APABILA DATANG KEPADANYA SUATU PERBUATAN YANG DIA BENCI(YANG TIDAK DISUKAI), BERUCAPLAH: LAAHAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAHIL 'ALIYYIL ADZIIM="TIDAK ADA DAYA DAN KEKUATAN KECUALI DENGAN PERTOLONGAN ALLAH YANG MAHA TINGGI LAGI MAHA AGUNG"
6.APABILA DITIMPA OLEH SUATU BENCANA, HENDAKLAH MENGUCAP: INNAA LILLAAHI WA INNAA ILLAIHI RAAJI'UN="SUNGGUH KAMI SEKALIAN INI MILIK ALLAH DAN KEPADANYA KAMI SEKALIAN AKAN KEMBALI"
7.PADA SIANG HARI DAN MALAM HARI LISANNYA SELALU MENGUCAP: LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAH="TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN MUHAMMAD ADALAH UTUSAN ALLAH"

Jumat, 08 Juni 2012

PANDAI-PANDAILAH BERSYUKUR


Sadar-tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja kita sering mengingkari Nikmat Allah yang telah diberikan pada setiap Manusia, sebagai salah satu contoh kecil,pada setiap kali bangun tidur, pernahkah kita mengucap syukur dan Alhamdulillah karena kita bangun tidur dalam keadaan SEHAT dan tak kurang suatu apapun?? Pernahkah terbayang dipikiran kita apabila bangun dari Tidur tidak bisa membuka mata kita? atau ketika kita bangun tidur, salah satu tangan atau kaki tidak bisa kita gerakkan?
Mungkin banyak diantara kita yang mengucap syukur Alhamdulillah ketika bangun tidur, tapi juga tidak sedikit yang LUPA mengucap syukur Alhamdulillah dan langsung melakukan Aktifitasnya. Subhanaallah, Betapa besar nikmat Allah yang diberikan pada umatnya.
Saudara-sadraku yang dikasihi Allah,,,,Sebagai manusia kita harus senantiasa INGAT akan Nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita semua, tanpa terkecuali tanpa menghitung-hitungnya lagi.
Dalam QS.Ibrahim:34 disebutkan, yang artinya :
' Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya '
Juga dalam QS.Lukman:20 disebutkan, yang artinya:
' Dan, Dia menyempurnakan nikmat-nya kepadamu lahir dan batin '
Maka, pandai-pandailah kita mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada kita dan janganlah kita menjadi orang-orang yang kufur akan nikmat-nya (naudzubillah), tapi jadilah kita manusia yang ahli syukur, Amin
Ingatlah firman Allah dalam QS.Ar-Rahman:13 yang artinya:
' Maka nikmat Rabb yang manakah yang kamu Dustakan? '